Wawancara Dengan Dita Indah Sari

Juni 8, 2001 § 3 Komentar

Edisi khusus Majalah Dwimingguan Aksi Sosialis.

Penggerebekan itu Motivasinya Politik
Wawancara dengan Dita Indah Sari.

Pada hari Jumat, 8 Juni 2001, sebuah perhelatan
Konferensi Asia Pasifik dengan tema "Against Neoliberalism and Globalism" yang diselenggarakan oleh Increase, digerebek oleh pihak Kepolisian wilayah Depok. Tak lama setelah itu, sekelompok orang yang menamakan diri Angkatan Muda Ka'bah (AMK), menyerang secara brutal lokasi tempat pelaksanaan konferensi. Bagaimana sebenarnya letak duduk perkaranya? Berikut ini, wawancara Coen Husain Pontoh (Coen) dari Aksi Sosialis dengan Dita Indah Sari (Dita), Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), yang turut menjadi pembicara sekaligus peserta konferensi tersebut. Petikannya :

Coen : Bisa tidak Anda menjelaskan peristiwa yang sebenarnya terjadi?

Dita: Sekitar pukul setengah empat sore, sejumlah 50 sampai 60 orang polisi dari Kepolisian Sektor Sawangan dan Kepolisian Resort Depok, mendatangi hotel tempat dimana diadakan tempat pelaksanaan Asia Pasific People Solidarity Conference (Konferensi Solidaritas Rakyat Asian Pasifik). Mereka datang pertama-tama dengan alasan bahwa perijinan untuk acara tersebut belum tuntas.

Tapi kami mengatakan bahwa kami sudah memberikan pemberitahuan kepada Polsek Sawangan dan Polsek juga sudah mengakui bahwa ada pemberitahuan itu. Tapi mereka, karena ini menyangkut peserta asing, maka pemberitahuannya harus melalui Markas Besar Angkatan Kepolisian RI. Dilengkapi dengan data visa dan paspor seluruh peserta dan alasan itu kami tolak karena kami anggap terlalu intervensi terhadap acara ini. Tetapi mereka tetap berkeras ingin mendapatkan data-data itu, pada akhirnya mereka mengatakan bahwa peserta-peserta asing harus ikut ke kantor Polda.

Nah kemudian sempat terjadi tarik menarik atau tolak menolak antara kita dengan para polisi hingga akhirnya mereka secara paksa membawa para peserta asing itu dan beberapa orang panitia dari Increase ke Polda. Itu terjadi sekitar pukul 15.00 hingga pukul 16.00 WIB. Pada pukul 19.15, kami yang ada di sana adalah para panitia yang tidak dibawa ke Poda dan para pembicara yang semuanya adalah orang Indonesia, kecuali dua orang Philipina dan satu orang India. Kemudian tiba-tiba datang sekitar 25 orang dari Angkatan Muda Ka'bah dengan berseragam hitam-hitam, tiba-tiba menyerbu masuk sambil membawa pentungan, golok dan celurit.

Coen: Sebenarnya, acara itu sendiri seperti apa?

Dita: acara ini sebetulnya adalah acara konferensi yang diorganisir dan disiapkan oleh Increase (Indonesian Centre fo Reform and Social Emancipation). Para pesertanya selain datang dari Indonesia juga pesertanya datang dari berbagai negara antara lain Australia, Amerika Serikat, Kanada, Philipina, Belgia, Belanda, Perancis, India, Pakistan, Thailand dan Malaysia. Peserta-peserta ini datang dari berbagai macam latar belakang, seperti pimpinan partai, aktivis LSM, aktivis Serikat Buruh, aktivis Mahasiswa, dosen dan macam-macam.

Tema konferensi ini sendiri adalah perjuangan melawan neo-liberalisme, terutama bagaimana menentukan strategi bersama antara negara dunia ketiga dan dunia pertama untuk melawan neo-liberalisme.

Coen: tujuan konferensi itu sendiri apa?

Dita: tujuannya, pertama, karena ini Asia-Pacific Solidarity, maka tujuan utamanya adalah membangun solidaritas Asia Pasifik yang lebih solid dan konkret. Kedua, di tingkat internasional untuk menggalang kekuatan melawan bahaya neo-liberalisme. Sebab kita melihat bahwa perlawanan terhadap neo-liberalisme ini tidak hanya terjadi di dunia ketiga, tetapi sudah mewabah juga di dunia pertama.

Coen: apa benar bahwa konferensi ini sudah berlangsung sejak hari Kamis?

Dita: ya benar.

Coen: lalu mengapa baru digerebek hari ini (Jumat)?

Dita: kita juga nggak tahu. Pada hari Kamis itu sebenarnya tidak ada masalah, walaupun kita sudah melihat beberapa orang yang mencurigakan bergerak di sekitar lokasi. Tetapi, kita mengantisipasinya dengan sekadar meningkatkan kewaspadaan saja.

Coen: Kalau demikian adanya, menurut Anda apa motivasi dibalik tindakan penggerebekan oleh polisi yang disusul dengan aksi brutal masa AMK?

Dita: pertama kali motif itu adalah untuk menggagalkan konferensi; kedua, motifnya berkembang menjadi lebih luas dari itu, ketika AMK datang menyerbu. Sebab, mereka mengatakan bahwa tindakan penyerbuan itu dilakukan untuk menggagalkan rapat yang bertujuan menggagalkan pelaksanaan Sidang Istimewa MPR. Apalagi pihak AMK ini mengakui bahwa mereka berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Coen: jadi menurut Anda ada motivasi politik yang kuat di balik ini?

Dita: ya karena pokok materinya kemudian meluas. Sebab persoalannya bukan karena keberadaan peserta asing atau masalah perijinan dan prosedur. Tetapi juga adanya keterlibatan pihak sipil yang menggunakan kekerasan: memukul, mengobrak-abrik tempat dan mengejar-ngejar orang. Dengan demikian, jelas ada motivasi politik di balik itu.

Coen: motivasi politik yang Anda maksud itu apa?

Dita: pihak AMK misalnya, mereka mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan SI. Tapi, saya melihat bahwa motivasi lain dari pembubaran paksa acara ini karena adanya beberapa anggota PRD, seperti Budiman Sudjatmiko dan saya sendiri ada di lokasi dan juga menjadi pembicara dalam konferensi ini. Jadi mereka melihat ada keterlibatan PRD dalam acara ini sehingga menguatkan anggapan di kalangan AMK itu bahwa acara ini ditunggangi oleh Komunis.

Dan memang biasanya kelompok-kelompok Islam seperti AMK ini sangat gemar mebawa-bawa isu-isu anti komunis sebagai legitimasi untuk menghancurkan strategi taktik gerakan prodemokrasi.

Coen: nah keterlibatan PRD dalam acara itu apa?

Dita: keterlibatan PRD dalam acara itu sebagai peserta dan pembicara. Sudjatmiko dan saya menjadi pembicara. Sedangkan organizing committee nya dari Increase. Kita juga bekerja sama dengan banyak LSM seperti Walhi, Infid, Yappika, Remdec dan LBH. Dan mereka juga menjadi pembicara.

Coen: mengapa acara sebesar ini tidak dipublikasikan secara luas?

Dita: pertama kita melihat situasi politik sekarang dimana kita memprediksikan bahwa tindakan represif akan lebih tinggi. Yang kedua, kita ingin pada intinya acara ini berlangsung. Jadi jika acara ini dipublikasikan secara luas, maka kemungkinan besar acara ini akan dibatalkan bahkan sebelum acara berlangsung.

Coen: FNPBI terlibat dalam kepanitiaan konferensi ini?

Dita: keterlibatan FNPBI hanya sebatas pembicara dan terutama di sesi workshop buruh, tidak lebih. Sedangkan dalam kepanitiaan, FNPBI sama sekali tidak terlibat.

***

§ 3 Responses to Wawancara Dengan Dita Indah Sari

  • kidung mengatakan:

    Rakyat harus kuat dan kuasa !!!
    Karena Rakyat memang bisa kuat dan kuasa …
    ASal terus slalu berjuang dengan keras.
    dan ikhtiar yang baik adalah terus bergerak dan terus mengajak bergerak !!!

    ” Pembebasan Nasional dari Imperialisme “

  • leo mengatakan:

    kalau ada tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak mohon di krim lewat email tentang buruh, tani, kmk, mahasiswa, energi & pertambangan, kehutanan…..dan saat ini saya sedang membutuhkan data tentang industri chevron kabupaten garut – jabar.

    trim

  • komang mengatakan:

    Sabar aja Dit. AMK itu pasti cumen suruhan orang. Dibayar. Udah ngga bener beragama di Indonesia emang. Lanjutkan perjuangan kamu !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wawancara Dengan Dita Indah Sari at Coen Husain Pontoh.

meta

%d blogger menyukai ini: