Ekonomi Politik Militer AS (1)

November 2, 2008 § 1 Komentar

DALAM hitungan hari (Selasa, 4/11), tak lama lagi rakyat Amerika Serikat (AS), akan memilih presiden baru mereka. Presiden baru ini, diharapkan bisa membawa AS keluar dari segala keterpurukan selama di bawah kepemimpinan George W. Bush Jr.

Yang menarik perhatian saya, selama masa kampanye yang gemerlap, bergairah, sekaligus sarat intrik dan kampanye hitam (black campaign), kedua kandidat presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik, sama sekali tidak menyentuh isu militer dan militerisme. Satu-satunya topik yang diperdebatkan, yang ada hubungannya dengan isu militer, adalah topik perang melawan terorisme. Di luar itu, misalnya, masalah anggaran militer AS yang luar biasa besar, dan struktur organisasi militer yang begitu gigantik, hilang dari radar kampanye.

Dalam debat kandidat, para moderator juga tidak menyentuh masalah ini. Mereka tidak mengajukan pertanyaan, misalnya, “bagaimana pendapat anda soal anggaran militer AS yang sangat besar?” Atau “bagaimana sikap anda terhadap keberadaan basis militer AS yang mukim di berbagai penjuru dunia?”

Itu sebabnya, ketika kedua kandidat bicara soal penghematan anggaran belanja nasional, mereka tidak membicarakan bagaimana mengurangi anggaran militer AS. Mereka bahkan satu suara untuk memperbesar kekuatan militer AS. John McCain, misalnya, jika terpilih sebagai presiden, maka ia akan menambah kekuatan AD dan Marinir, dari 150 ribu pasukan menjadi 900 ribu pasukan. Demikian juga dengan Obama, ia mendukung rencana Pentagon untuk menambah jumlah pasukan AD sebanyak 65 ribu pasukan dan Marinir sebanyak 27 ribu pasukan pada satu dekade ke depan. Di samping itu, McCain begitu berapi-api berbicara bahwa ia akan mengurangi pengeluaran seluruh departemen, kecuali pengeluaran untuk belanja militer. Obama, setali tiga uang. Tak sekali pun ia bicara soal pemotongan anggaran militer. Benar bahwa ia berkampanye akan menarik pasukan AS dari Irak, karena konsekuensi anggarannya yang tidak kecil. Tapi, pada saat yang sama, ia akan menambah pasukan AS di Afghanistan, sembari mengancam Pakistan, jika “lo nggak bertindak terhadap Al-Qaeda, maka gua yang ambil tindakan.”

Mengapa, kedua kandidat dan juga mayoritas rakyat AS, tidak menyentuh sedikitpun isu militer dan militerisme dalam kampanye mereka? Tulisan ini mau mengulas soal ini dalam tiga bagian secara bersambung. Bagian pertama akan membicarakan soal anggaran militer AS; bagian kedua bicara struktur gigantik organisasi militer AS; dan bagian ketiga, akan mendiskusikan soal ideologi di balik besarnya struktur anggaran dan bodi militer tersebut.

Anggaran Militer

Menurut definisinya, anggaran militer AS, adalah bagian dari anggaran federal yang dialokasikan kepada departmen pertahanan (Department of Defense/DOD). Anggaran itu ditujukan untuk membayar gaji, pelatihan, pelayanan kesehatan bagi personel militer maupun personel sipil, perawatan senjata, fasilitas dan bahan-bahan yang dibutuhkan, dana operasional, serta untuk pembangunan dan pembelian bahan-bahan baru. Oleh DOD, keseluruhan anggaran itu kemudian didistribusikan ke seluruh cabang militer AS: angkatan darat (Army), angkatan laut (Navy), angkatan udara (Air Force), Korps Marinir (Marine Corps), dan penjaga pantai (Coast Guard).

Lalu, berapa jumlah anggaran militer AS sebenarnya? Departemen pertahanan, dalam laporan yang dikeluarkan oleh Office of Management and Budget (OMB), mengatakan, pada tahun fiskal 2007 mereka mengeluarkan dana sebesar $529.8B. Jumlah ini, jika ditambah dengan pengeluaran untuk aktivitas energi atom dan aktivitas yang berhubungan dengan pertahanan lainnya, total keseluruhan anggaran mencapai $552.6B. Jumlah anggaran ini juga, dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun fiskal 2006, misalnya, anggaran DOD berjumlah $411B, dan di tahun fiskal 2007 angka tersebut meningkat menjadi $437B. Pada tahun 2008, terjadi lagi peningkatan sebesar 50 persen menjadi $481B.

Perbedaan angka ini, mengonfirmasi pengakuan para pengamat akan sulitnya memastikan seberapa besar anggaran militer AS. Sekali masuk ke sana, kita seperti memasuki sebuah lorong berliku (labirynth) yang sulit menemukan ujungnya. Philip Coyle, mantan asisten menteri pertahanan di masa pemerintahan Bill Clinton (1994-2001), misalnya, mengatakan, jika kita menghitung anggaran rutin Departemen Pertahanan AS, maka kita akan menemukan jumlah lebih dari $750B. Tapi, Coyle mengakui, kita juga akan mendengar bahwa sesungguhnya, jumlah anggaran militer AS hanya sebesar $450B. Dan jumlah sebesar itu belum termasuk anggaran untuk perang Irak dan Afghanistan. Terakhir, anggaran yang dikeluarkan pemerintahan Bush untuk bidang militer, mencapai angka $808B.

Para pengamat, kemudian melakukan cara penghitungan yang berbeda untuk melacak jumlah yang mendekati kebenaran dari total anggaran militer AS. James M. Cypher, misalnya, melakukan cara penghitungan dengan menggunakan rumus yang disebutnya MilReEx (military related expenditures). Rumus matematiknya:

MilReEx = DoD* + Int Aff x .5 + Science & Space + Vets + Net Interest x .81 + Homeland + Other Def.
DoD* adalah basis anggaran DoD ditambah energi atom yang berhubungan dengan basis anggaran tersebut.
Int Aff x .5 adalah tambahan 50 persen pengeluaran bagi departemen luar negeri dan bantuan yang dikeluarkan untuk tujuan militer
Science and Space, termasuk riset dan pengembangan untuk sistem dan persenjatan luar angkasa
Vets termasuk seluruh pengeluaran buat kepentingan veteran
Net Interest x .81 adalah tambahan 81 persen bagi pembayaran bunga tahunan utang federal kepada perang di masa lalu dan periode pembangunan militer
Homeland, adalah seluruh pengeluaran bagi keamanan nasional yang tidak termasuk dalam DoD*
Other Def, termasuk beragam pengeluaran untuk sipil yang pernah bertugas di militer, misalnya pensiunan militer.

Dengan menggunakan rumus MilReEx ini, Cypher memberikan contoh, jika menggunakan data resmi DoD pada 2003, maka anggaran militer AS hanya sebesar $387B, atau sebesar $41.7 juta per jam. Tapi, jika dihitung berdasarkan MilReEx, maka anggaran militer AS pada 2003 adalah sebesar $686.3B. Untuk tahun 2006, OMB memperkirakan bahwa anggaran yang dibutuhkan militer sebesar $512B tapi, jika menggunakan MilReEx, maka perkiraan anggaran yang dibutuhkan sesungguhnya mencapai $929.8B.

Penulis buku trilogi anti-kekaisaran (Blowback, Sorrows of Empire, dan Nemesis), Chalmers Johnson, mengatakan, jika seluruh anggaran militer digabungkan, maka kita akan mendapatkan angka tidak kurang dari $1.1 trilyun. Hitung-hitungan lain, dikemukakan oleh trio John Bellamy Foster, Hannah Holleman, dan Robert W. Chesney, yang memperkirakan bahwa anggaran aktual DoD sesungguhnya mencapai $1.002 trilyun (lihat tabel).

Tabel 1
U.S. Military Spending, 2007 (billion of dollars)

Sumber: Monthly Review, Oktober 2008.

Perbandingan dengan Anggaran Militer Negara Lain

Kini, mulai banyak yang berbicara bahwa hegemoni AS tidak lagi sekuat seperti ketika Perang Dingin usai. Kekuatan-kekuatan baru, dipandang telah bermunculan, dan dianggap sebagai pesaing baru bagi kedigdayaan AS.

Secara ekonomi, misalnya, kebangkitan kekuatan baru seperti Brazil, Rusia, India, dan Cina (BRIC), membuat AS tidak lagi leluasa mendiktekan kepentingan ekonomi-politiknya. Lebih-lebih, ketika ekonomi AS diterpa badai krisis, makin lengkaplah pandangan bahwa kini kurva kekuasaan AS tengah bergerak menurun.

Pandangan seperti ini, ternyata tidak hanya datang dari luar AS. Para elite di Washington, juga memiliki pandangan senada, bahwa kini kepemimpinan global AS, sangat rapuh. Itu sebabnya, baik Obama dan McCain, gencar berbicara tentang restrukturisasi kepemimpinan global AS. Dengan cara apa? Inilah kata Obama,

“To renew American leadership in the world, we must immediately begin working to revitalize our military. A strong military is, more than anything, necessary to sustain peace. . .

Untuk memperbarui kepemimpinan Amerika di dunia, maka hal mendesak yang mesti kita lakuakn adalah merevitalisasi militer kita. Sebuah militer yang kuat, lebih dari apapun, adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk mempertahankan perdamaian……”

Apa yang dikemukakan Obama ini, mirip dengan slogan yang sering kita dengar dulu, “jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.” Dan memang, jika kita bandingkan kekuatan militer AS dari sisi anggaran, misalnya, jauh melebihi total seluruh anggaran militer negara-negara di dunia saat ini (tabel 2). Anggaran belanja militer AS ini juga hampir 29 kali lebih besar dari total anggaran enam negara yang dikategorikan “rogue” state digabung jadi satu (Kuba, Iran, Libya, Korea Utara, Sudan dan Siria). Total belanja militer keenam negara tersebut hanya sebesar $14.65 B.

Menilik dana raksasa yang berputar di Pentagon dan cabang-cabangnya tersebut, tidak mengherankan mengapa Obama dan McCain, menghapus isu militer dan militerisme dari daftar tema kampanye mereka. Kedua kandidat itu tahu betul, jika mereka nekat mengurangi anggaran militer, konsekuensi ekonomi-politiknya sangat dahsyat bagi kekaisaran AS.

Tabel 2
World Wide Military Expenditures

Sumber: http://www.globalsecurity.org/military/world/spending.htm

Bersambung ke bagian 2….

Kepustakaan:

Glenn Greenwald, “The Bipartisan Consensus on U.S Military Spending,” Wednesday Jan, 2, 2008, http://www.salon.com/opinion/greenwald/2008/01/02/military_spending/

James Harris and Josh Scheer, “Inside the Military-Industrial Complex,” http://www.truthdig.com/interview/page4/20071010_inside_the_military_industrial_\
complex/, Posted on Oct 10, 2007

James M. Cypher, “From Military Keynesianism to Global-Neoliberal Militarism,” Monthly Review, June, 2007.

John Bellamy Foster, et.al., “The U.S. Imperial Triangle and Military Spending,” Monthly Review, October 2008.

Nancy A. Youssef, “Both McCain and Obama call for rebuilding U.S. ground forces,” http://www.kansascity.com/445/story/858992.html

§ One Response to Ekonomi Politik Militer AS (1)

  • Syam Jr mengatakan:

    Secara keseluruhan, siapapun presiden AS terpilih, kebijakan luar negeri akan tetap pada kepentingan nasional dalam halmana keperkasaan militer dapat mempengaruhi perkembangan global baik politik maupun ekonomi, terutama untuk pemenuhan kebutuhan energi (oil) AS. Apakah keberadaan militer AS di penjuru dunia, kontekstual dengan kepentingan nasional mereka?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ekonomi Politik Militer AS (1) at Coen Husain Pontoh.

meta

%d blogger menyukai ini: