Artikel : Bedil, Amis Darah, dan Mesiu dalam buku “Negeri Tentara”


PENGANTAR

Reformasi di Titik-balik?: Membongkar Upaya-upaya Remiliterisasi di Indonesia
George J.Aditjondro

KAJIAN
Militer dan Pemerintahan Otoriter
Ivan A.Hadar

Peran Militer dalam Sistem Politik di Indonesia sampai Jatuhnya Rezim Soeharto
S.Indro Tjahjono

KASUS
Ganja Aceh dan Serdadu Indonesia dalam Periode Perang Aceh 1989-2003
Otto Syamsudin Ishak

Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku
Ichsan Malik

Bedil, Amis Darah, dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Ambon
Coen Husain Pontoh

Tentang Militerisme di Indonesia: Kampanye Anti Re-militerisme di Indonesia
Mashudi Noorsalim & Curie Maharani Savitri

Pengadilan HAM untuk Para Jenderal
Eko Prasetyo

REHAL (buku)
Suara Sumbang dan Kritis Para Patriot
Khomsatun & Prasetyo


Redaktur Tamu:

George J.Aditjondro

negeri_tentara

ISSN 1410-1298




Tebal
: 250 halaman, termasuk lampiran. Ukuran: 17 x 24 cm.

Kekejaman selalu membawa hawa persekongkolan. Sejarah menunjukkan, di balik pembunuhan kaum penduduk sipil, didapat gambaran akan jalur komando. Karena, sejak Orde Baru duduk dalam kekuasaan, balutan darah dan mesiu hidup kembali di segala lini.

Ledakan konflik yang beruntun membuat serdadu jadi organ yang tak berhenti menyalakkan senapan. Mereka menjadi fihak pertama yang turun-tangan. Tak hanya 'demi menyelematkan kehidupan bangsa', namun terutama mengambil keuntungan dari suasana. Sampai hari ini, bisnis militer di Indonesia berkembang pesat dengan hasil laba menakjubkan. Uang, senjata, dan jalur komando menjadi ornamen kekuasaan yang kebal terhadap hukum. Inilah negeri tentara, yang memenuhi hari-harinya dengan bom, peluru, dan bisnis. Negeri dimana tentara yang punya kuasa, bukan anda.

Oleh karenanya, edisi ini perlu anda baca, demi mengingatkan kita akan taktik serdadu menguasai sosial-politik-ekonomi kita, agar kesalahan sejarah tak terulang untuk kedua kalinya.

 

 

 

 

 

diambil dari Press Insist Online 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: